Hari
itu aku datang ke sebuah kamar yang tertata rapi bersih dan indah namun sedang
sepi karena sedang proses belajar di kelas. Ketika aku beranjak masuk, ku
menemukan seorang anak yang terbaring lemah dalam kesepian. Dia terbaring ditutupi
sehelai selimut dan ditemani sebuah bantal guling yang mulai terlihat kumal.
Sekeliling kamar tidak ada seorang pun yang bisa membantu dia kalau terjadi hal
yang tak diinginkan.
Selangkah
demi selangkah ku yakinkan hati untuk coba mendekatinya, namun ku takut dia
akan merasa terganggu dengan kehadiranku. Sekilas terlihat wajah yang begitu
elok, lembut dan kulit yang bersih. Kehadiranku ternyata disambut dengan sebuah
senyuman yang begitu tulus dari dalam hatinya. Tak begitu lama kami pun terlarut
dalam sebuah percakapan dan canda tawa. Dia merupakan salah seorang anak yang
berprestasi di kelas dan di segani oleh teman-temannya. Memiliki banyak teman
dan potensi dalam diri.
Hari
itu bagai sebuah mimpi, aku seakan-akan merasakan kelahiran dari seorang
saudara kecil dalam kehidupan. Senyumnya yang elok dan tutur katanya yang baik
sontak mengingatkanku pada adik kecil ku yang tinggal bersama ibu di kampung
halaman. Setiap melihat dirinya, terasa adikku sedang bersamaku. Ketika makan
dan minum ku sengaja berbagi dengannya agar apa yang ku rasakan juga dia
rasakan. Kian hari dan berjalannya waktu kami begitu dekat seperti saudara yang
terlahir dari ayah dan ibu yang sama. Tiada hari dan waktu yang dilewati dengan
kebersamaan, canda dan tawa. Ketika dia sakit seolah-olah diriku juga merasakan
sakit yang dia alami. Ketika dia sedih hatiku terasa ikut tergores luka yang
dia rasakan.
Terkadang
di kesibukan ku senyum dan tawanya mengurangi rasa lelah di pundak. Banyak hal
yang berubah sejak kami bertemu. Aku tak lagi menganggap dia orang lain tetapi
dia adalah saudara kecilku yang akan kujaga seperti saudaraku yang lain.
Namun
sekarang hubungan saudara itu tinggal kenangan. Karena dibalik kebaikan dan
kedekatannya terdapat maksud yang lain. Belakangan aku sering dapat cerita yang
tidak baik tentangnya, semua itu dia lakukan diam-diam tanpa ku sadari.
Bercerita keburukan dan hal yang tidak baik kepada orang lain. Menggunakan
kepercayaan yang ku berikan untuk hal yang tidak benar. Namun di depan ku tetap
terlihat baik, ramah dan sopan. Aku tidak yakin hal itu, semua seakan-akan
hanya sebuah cerita yang di buat oleh orang-orang yang tidak menyukai
persaudaraan kami.
Sekarang
Tuhan menyadarkan ku dari panggung sandiwara dan drama kebohongan yang dia
mainkan. Satu persatu keburukannya mulai tercium olehku. Perlahan-lahan ku
mulai mengamati dan menyelidikinya.
Subhanallah semua benar-benar terjadi. Hari
itu terasa sedang di padang sahara yang begitu tandus tak bertepi yang tak akan
mampu ku lalui. Perasanku begitu hancur
lebur bagai seonggok pasir diterpa ombak pasang dan bergulung-gulung terus di
hantamkan ke daratan. Habis, bersih dan sirna semuanya. Tak berbekas dan
bersisa sedikit pun.
Sekarang aku merasa bagai sebatang pisang.
Ketika hujan datang mendera dan membasahi
badan dia datang meminta daunku untuk dijadikan sebuah payung. Setelah hujan
berlalu daunku pun dibuang begitu saja tanpa menghargai pertolonganku. Ketika dia
sedang membutuhkan alat untuk membungkus nasi, dia kembali datang meminta daunku
untuk dipotong dan di cabik-cabik agar dia bisa membawa nasi. Setelah rasa
lapar pun hilang dengan makan yang dibungkus dengan daunku, daun ku pun dibuang
begitu saja tanpa kasihan dan terima kasih. Saat dia butuh buah-buahan , dia
pun datang kepadaku meminta buahku. Karena ku tak sanggup melihat dirinya sedih
dan menderita, ku berikan semua buah untuknya, walau aku sadar jika kelak buahku
di ambil pastilah aku akan ditebang. Namun setelah semua itu dia dapatkan
batangku pun dibuang di tempat sampah tanpa ada sedikit belas kasihan dan rasa
terima kasih. Namun aku yakin pada sebuah janji Tuhan,jika kita memberikan satu
kebaikan pada orang lain Tuhan akan membalasnya dengan kebaikan.
Sekarang
aku ikhlas untuk semuanya, biarlah Tuhan ku yang akan membalas dan menyadarkannya.
...aminnnnnnnnnn..
Gubahan H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar